Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI BUSINESS

Produk Olahan Pangan Indonesia Tembus Pasar Chile, Transaksi UMKM Capai Rp510 Juta

Redaksi Redaksi • 27 Aug 2026 • 110 • 0 • 3 menit
Produk Olahan Pangan Indonesia Tembus Pasar Chile, Transaksi UMKM Capai Rp510 Juta

Jakarta, 27 Agustus 2026 — Produk pangan olahan Indonesia kembali menunjukkan daya saing di pasar Amerika Latin. Dua pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia berhasil membukukan pesanan dari pasar Chile senilai 29 ribu dolar AS atau sekitar Rp510 juta.

Transaksi tersebut mencakup beragam produk olahan buah, sayuran, serta camilan berbasis tempe. Capaian ini tidak hanya mencerminkan kemampuan UMKM Indonesia menghasilkan produk bernilai tambah, tetapi juga membuka peluang perluasan pasar ekspor melalui jaringan distribusi ritel internasional.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan respons positif dari pasar Chile berpotensi berkembang menjadi transaksi lanjutan dengan nilai yang sama.

Menurut dia, apabila penerimaan pasar berlanjut, kedua UMKM tersebut berpeluang memperoleh tambahan transaksi hingga 29 ribu dolar AS.

“Transaksi ini dapat menjadi awal keberlanjutan kerja sama jangka panjang dengan buyer setempat.”

Pesanan tersebut merupakan hasil tindak lanjut partisipasi pelaku usaha Indonesia dalam Espacio Food & Service 2025, pameran makanan dan minuman yang berlangsung di Chile. Komunikasi bisnis kemudian difasilitasi melalui sinergi Kementerian Perdagangan, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Santiago.

Dari produk lokal menuju pasar global

Dua perusahaan yang berhasil merealisasikan transaksi tersebut adalah CV Pangantama Makmur Abadi dan CV Arva Indonesia.

CV Pangantama Makmur Abadi memasok berbagai produk keripik berbahan buah dan sayuran, antara lain keripik mangga, apel, nangka, brokoli, dan jamur. Sementara itu, CV Arva Indonesia membawa produk keripik tempe dengan sejumlah varian rasa, seperti truffle, honey butter, serta Himalayan salt basil.

Pengiriman produk dari Indonesia telah dilakukan pada pekan kedua Agustus 2026. Produk diperkirakan tiba di Chile pada Oktober mendatang untuk kemudian didistribusikan melalui jaringan ritel setempat.

Keberhasilan tersebut memperlihatkan bahwa peluang ekspor UMKM tidak berhenti pada keikutsertaan dalam pameran dagang. Yang lebih menentukan adalah kemampuan mengubah pertemuan bisnis menjadi hubungan dagang berkelanjutan, termasuk memenuhi standar produk, selera konsumen, kapasitas produksi, serta konsistensi pasokan.

Chile menjadi pasar strategis

Capaian dua UMKM tersebut berlangsung di tengah hubungan perdagangan Indonesia-Chile yang masih mencatatkan surplus bagi Indonesia.

Pada periode Januari-Juni 2026, nilai perdagangan kedua negara mencapai 277,4 juta dolar AS. Ekspor Indonesia tercatat 219,8 juta dolar AS, sementara impor dari Chile sebesar 57,6 juta dolar AS, sehingga Indonesia membukukan surplus 162,2 juta dolar AS.

Sepanjang 2025, perdagangan bilateral mencapai 534,9 juta dolar AS. Indonesia mencatat ekspor sebesar 440,8 juta dolar AS dan impor 94 juta dolar AS, dengan surplus perdagangan mencapai 346,8 juta dolar AS.

Struktur ekspor Indonesia ke Chile selama 2025 masih didominasi kendaraan dan komponennya, alas kaki, pupuk, mesin dan peralatan mekanik, serta kertas dan karton. Sementara impor Indonesia dari Chile antara lain berupa ikan dan udang, bubur kayu, pupuk, buah-buahan, serta produk hasil penggilingan.

Masuknya produk olahan pangan UMKM ke jaringan ritel Chile memberikan sinyal bahwa diversifikasi ekspor menjadi semakin penting. Produk pertanian yang diolah menjadi pangan siap konsumsi memiliki peluang menciptakan nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan ekspor komoditas dalam bentuk mentah.

Tantangannya kini adalah memastikan keberhasilan transaksi awal tersebut dapat berkembang menjadi kontrak berulang. Konsistensi mutu, inovasi produk, efisiensi produksi, dan kemampuan memenuhi permintaan pasar internasional akan menjadi faktor penting agar UMKM Indonesia tidak sekadar hadir di pasar global, tetapi mampu bertahan dan memperluas pangsa pasarnya.

ja/kr

— Iklan — SELAMAT MAULID NABI MUHAMMAD
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!