Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI BUSINESS

Harga Cabai Rawit di Probolinggo Tembus Rp60 Ribu, Pasokan Pasar Mulai Menipis

Redaksi Redaksi • 30 Aug 2026 • 45 • 0 • 3 menit
Harga Cabai Rawit di Probolinggo Tembus Rp60 Ribu, Pasokan Pasar Mulai Menipis

PROBOLINGGO, Agrinews.com— Harga cabai rawit di sejumlah pasar tradisional Kota Probolinggo mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Harga komoditas tersebut kini mencapai sekitar Rp60 ribu per kilogram, naik hingga Rp15 ribu dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp45 ribu–Rp50 ribu per kilogram.

Kenaikan harga terjadi ketika ketersediaan cabai di sejumlah pasar mulai menipis. Kondisi tersebut turut memengaruhi harga jual di tingkat pedagang, meski wilayah sentra produksi cabai di Jawa Timur disebut telah melewati masa panen raya.

Pantauan Agrinews di Pasar Baru Kota Probolinggo, Minggu pagi, menunjukkan harga cabai rawit berada di level Rp60 ribu per kilogram. Sebelumnya, komoditas tersebut masih diperdagangkan sekitar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.

Sejumlah pedagang menyebut kenaikan harga lebih berkaitan dengan belum normalnya pasokan menuju pasar Probolinggo. Kondisi ini menjadi perhatian karena kenaikan harga di pasar tidak serta-merta mencerminkan rendahnya produksi di tingkat petani.

Pedagang saat ini mengandalkan cabai dari petani lokal serta pasokan dari sejumlah daerah lain untuk memenuhi kebutuhan pasar. Salah satunya berasal dari Kabupaten Situbondo.

Salah satu pedagang di Pasar Baru Kota Probolinggo, Su'eb, mengatakan kondisi pasokan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga cabai rawit di pasar.

Kenaikan harga tersebut berpotensi meningkatkan beban belanja masyarakat, terutama bagi rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang menjadikan cabai sebagai salah satu bahan utama.

Di sisi lain, harga cabai sangat bergantung pada keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Jika distribusi kembali normal dan pasokan dari sentra produksi meningkat, harga di tingkat pasar berpeluang mengalami penyesuaian.

Karena itu, perkembangan harga cabai rawit di Probolinggo masih perlu dipantau, khususnya dari sisi kontinuitas pasokan, distribusi antardaerah, serta harga di tingkat petani dan pedagang.

Dik/ il

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!