Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI BUSINESS

Kolaborasi BNPT Bangun Ekonomi Mitra Deradikalisasi, Mandiri di Sektor Pertanian

Redaksi AIN Redaksi AIN • 02 Aug 2026 • 29 • 0 • 3 menit
Kolaborasi BNPT Bangun Ekonomi Mitra Deradikalisasi, Mandiri di Sektor Pertanian
Subang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Densus 88 Antiteror Polri, serta PT Sang Hyang Seri (SHS) memperkuat program deradikalisasi melalui pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian.Langkah ini bertujuan menciptakan Mitra Deradikalisasi yang mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan nasional. Program yang dijalankan di Sukamandi, Kabupaten Subang, menitikberatkan pada pengembangan usaha pertanian, peternakan, dan perikanan melalui pelatihan, pendampingan, serta penguatan keterampilan berwirausaha. Kepala BNPT, Komjen Pol. (Purn.) Eddy Hartono, menegaskan bahwa keberhasilan deradikalisasi tidak hanya diukur dari perubahan cara pandang, tetapi juga dari kemampuan para mitra membangun kehidupan yang layak dan berkelanjutan melalui usaha produktif. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bukti bahwa pertanian memiliki peran strategis sebagai instrumen pemberdayaan sosial sekaligus penggerak ekonomi. Selain meningkatkan kesejahteraan, program ini juga mendukung ketahanan pangan nasional dan memperkuat reintegrasi sosial para Mitra Deradikalisasi di tengah masyarakat. Melalui sinergi pemerintah, aparat, dan BUMN, BNPT berharap model pemberdayaan berbasis pertanian dapat diperluas ke berbagai daerah sebagai upaya menciptakan masyarakat yang lebih tangguh, mandiri, dan sejahtera
Redaksi AIN
Penulis

Redaksi AIN

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!