JAMBI, Agrinews.com– Ekspor pinang Jambi menunjukkan pertumbuhan signifikan. Nilainya mencapai Rp1,3 triliun sepanjang 2025, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2024 yang tercatat Rp632,8 miliar.
Tren tersebut masih berlanjut. Hingga 2026 berjalan, ekspor pinang telah mencapai Rp787,9 miliar melalui 421 pengiriman.
Namun, kenaikan ekspor juga menyisakan tantangan. Jambi perlu memastikan pertumbuhan tersebut tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha lokal.
Pasar India menjadi salah satu peluang besar, tetapi bukan pasar yang mudah. Kebijakan proteksi, termasuk tarif impor hingga 100 persen dan Minimum Import Price sebesar INR351 per kilogram, menjadi tantangan bagi eksportir Indonesia.
Kepala Karantina Jambi Sudiwan Situmorang menegaskan pemenuhan standar sanitari dan fitosanitari internasional menjadi kunci memperkuat daya saing pinang Jambi di pasar global.
Sementara itu, Pemprov Jambi mendorong hilirisasi melalui pengembangan produk turunan pinang agar nilai ekonomi tidak hanya dinikmati dari aktivitas ekspor bahan baku.
Pinang Betara menjadi modal strategis. Varietas unggulan Jambi tersebut telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis pada Juni 2026.
Dengan pasar yang semakin terbuka, pekerjaan terbesar Jambi kini bukan sekadar meningkatkan ekspor, tetapi memastikan petani, UMKM, dan industri daerah ikut menikmati nilai tambah dari booming pinang tersebut.
bi/ja
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!