Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI BUSINESS

Ekspor Pinang Jambi Tembus Rp1,3 Triliun, Hilirisasi Jadi Tantangan

Redaksi Redaksi • 29 Aug 2026 • 72 • 0 • 3 menit
Ekspor Pinang Jambi Tembus Rp1,3 Triliun, Hilirisasi Jadi Tantangan

JAMBI, Agrinews.com– Ekspor pinang Jambi menunjukkan pertumbuhan signifikan. Nilainya mencapai Rp1,3 triliun sepanjang 2025, lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2024 yang tercatat Rp632,8 miliar.

Tren tersebut masih berlanjut. Hingga 2026 berjalan, ekspor pinang telah mencapai Rp787,9 miliar melalui 421 pengiriman.

Namun, kenaikan ekspor juga menyisakan tantangan. Jambi perlu memastikan pertumbuhan tersebut tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi mampu meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha lokal.

Pasar India menjadi salah satu peluang besar, tetapi bukan pasar yang mudah. Kebijakan proteksi, termasuk tarif impor hingga 100 persen dan Minimum Import Price sebesar INR351 per kilogram, menjadi tantangan bagi eksportir Indonesia.

Kepala Karantina Jambi Sudiwan Situmorang menegaskan pemenuhan standar sanitari dan fitosanitari internasional menjadi kunci memperkuat daya saing pinang Jambi di pasar global.

Sementara itu, Pemprov Jambi mendorong hilirisasi melalui pengembangan produk turunan pinang agar nilai ekonomi tidak hanya dinikmati dari aktivitas ekspor bahan baku.

Pinang Betara menjadi modal strategis. Varietas unggulan Jambi tersebut telah memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis pada Juni 2026.

Dengan pasar yang semakin terbuka, pekerjaan terbesar Jambi kini bukan sekadar meningkatkan ekspor, tetapi memastikan petani, UMKM, dan industri daerah ikut menikmati nilai tambah dari booming pinang tersebut.

bi/ja

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!