SRAGEN, Agrinews.com— Program KKN-PPM Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta 2026 di Desa Brojol, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Mahasiswa justru memilih meninggalkan produk informasi yang dapat digunakan pemerintah desa dan masyarakat dalam jangka panjang.
Produk tersebut berupa Buku Profil Desa Brojol Berbasis Potensi Pertanian, yang disusun sebagai media dokumentasi sekaligus sarana informasi dan promosi desa.
Buku ini lahir dari kebutuhan Desa Brojol untuk memiliki informasi mengenai kondisi, kehidupan masyarakat, serta potensi desa yang terdokumentasi secara lebih terpadu. Sektor pertanian mendapat perhatian khusus karena menjadi salah satu kekuatan desa, dengan komoditas padi dan jagung sebagai potensi utama.
Penyusunannya tidak dilakukan sekadar dengan mengumpulkan data administratif. Mahasiswa KKN melakukan observasi lapangan, wawancara, menghimpun data dari pemerintah desa, mengambil dokumentasi dan foto, kemudian menyusun materi hingga melakukan desain serta layout buku.
Proses tersebut melibatkan Pemerintah Desa Brojol, kepala desa dan perangkat desa, serta masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak menjadi penting agar informasi yang dimuat tidak hanya menggambarkan desa dari sisi administratif, tetapi juga merepresentasikan potensi dan kehidupan masyarakatnya.
Dari perspektif pembangunan desa, keberadaan buku profil memiliki fungsi strategis. Data dan potensi yang terdokumentasi dengan baik dapat menjadi bahan informasi bagi pemerintah desa, masyarakat, maupun pihak luar yang ingin mengenal dan menjalin kerja sama dengan Desa Brojol.
Buku profil akhirnya dicetak dan diserahkan kepada Pemerintah Desa Brojol pada Jumat, 28 Agustus 2026. Penyerahan tersebut sekaligus menandai selesainya salah satu program kerja mahasiswa KKN-PPM UNISRI di desa tersebut.
Lebih dari sekadar hasil kegiatan KKN, buku tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkuat identitas dan promosi potensi Desa Brojol. Tantangannya kini berada pada pemerintah dan masyarakat desa untuk terus memperbarui informasi serta menjadikan dokumentasi tersebut sebagai bagian dari upaya memperkenalkan dan mengembangkan potensi desa, khususnya sektor pertanian.
Dengan demikian, KKN tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga meninggalkan pengetahuan yang terdokumentasi dan dapat dimanfaatkan setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Sumber: Desa
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!