Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

PERTANIAN

Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Redaksi Redaksi • 02 Sep 2026 • 57 • 0 • 3 menit
Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

LUMAJANG, Agrinews.com— Upaya memperkuat kelembagaan dan kapasitas petani terus didorong melalui pembelajaran langsung dari praktik pertanian yang telah berjalan. Salah satunya dilakukan melalui studi tiru petani, komunitas, dan penyuluh dari Kecamatan Pronojiwo ke P4S Asri Farm, Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.

Heru Afandi, S.P., PPL Kecamatan Rowokangkung, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung pengelolaan dan aktivitas P4S Asri Farm.

Menurutnya, pengalaman yang diperoleh dari kunjungan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan kelembagaan petani di Kecamatan Pronojiwo..

Tidak sekadar melihat dan belajar, peserta juga memiliki gagasan untuk menumbuhkan P4S di Kecamatan Pronojiwo.

Gagasan tersebut menjadi langkah strategis apabila mampu dikembangkan sesuai potensi lokal. P4S dapat menjadi ruang bagi petani untuk saling belajar, berbagi pengalaman, mengembangkan inovasi, serta meningkatkan kapasitas usaha pertanian.

Namun, membangun P4S tentu membutuhkan proses. Tidak cukup hanya mengadopsi konsep dari daerah lain. Kelembagaan harus dibangun berdasarkan kebutuhan petani, potensi wilayah, sumber daya manusia, serta dukungan pendampingan yang berkelanjutan.

Studi tiru ke Asri Farm pun menjadi lebih dari sekadar agenda kunjungan. Ada pesan penting yang dibawa pulang: praktik baik dapat dipelajari, tetapi keberhasilannya harus dibangun dengan kekuatan masyarakat dan potensi daerah sendiri.

Jika gagasan tersebut terealisasi, Pronojiwo tidak hanya menjadi daerah penghasil pertanian, tetapi juga berpeluang memiliki pusat pembelajaran pertanian yang tumbuh dari pengalaman dan kebutuhan petaninya sendiri.

Sumber: PPL Rowokangkung 

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!