Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Perkebunan

Petani Tebu Malang Raih Bantuan Kementan Melalui Koperasi Bintang Sembilan, Dapat Benih dan Dana Rp4 Juta per Hektare

Redaksi Redaksi • 05 Aug 2026 • 87 • 0 • 3 menit
Petani Tebu Malang Raih Bantuan Kementan Melalui Koperasi Bintang Sembilan, Dapat Benih dan Dana Rp4 Juta per Hektare

MALANG – Kabar gembira bagi petani tebu di Kabupaten Malang. Melalui Koperasi Bintang Sembilan yang dipimpin Pak Roi, petani berkesempatan memperoleh bantuan dari program Kementerian Pertanian (Kementan) berupa benih tebu unggul dan dukungan biaya usaha tani.

Program tersebut memberikan bantuan benih tebu sebanyak 60.000 mata per hektare serta bantuan dana Rp4 juta per hektare untuk mendukung proses budidaya. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produktivitas tebu sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendorong swasembada gula nasional. Program pengembangan tebu menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan produksi gula melalui penyediaan benih unggul dan dukungan kepada petani.

Pemilik Koperasi Bintang Sembilan, Pak Roi, mengatakan koperasi siap mendampingi petani mulai dari proses pendaftaran, pengajuan program, hingga pelaksanaan budidaya sesuai ketentuan yang berlaku.

"Kami mengajak seluruh petani tebu di Kabupaten Malang untuk memanfaatkan kesempatan ini. Melalui koperasi, petani dapat memperoleh pendampingan sehingga program pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal," ujarnya.

Selain menyalurkan program pemerintah, Koperasi Bintang Sembilan juga berkomitmen memberikan edukasi kepada petani mengenai penggunaan benih unggul, teknik budidaya yang baik, serta pengelolaan lahan agar hasil panen semakin optimal.

Dengan sinergi antara Kementerian Pertanian, koperasi, dan petani, diharapkan produksi tebu di Kabupaten Malang terus meningkat, kesejahteraan petani semakin baik, dan target swasembada gula nasional dapat tercapai. (Tik/red)

 

Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!