Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Teknologi

Taiwan Tawarkan Kolaborasi Strategis Pengembangan Kawasan Percontohan Pertanian Cerdas di Indonesia

Redaksi Redaksi • 21 Aug 2026 • 18 • 0 • 3 menit
Taiwan Tawarkan Kolaborasi Strategis Pengembangan Kawasan Percontohan Pertanian Cerdas di Indonesia

JAKARTA — Taiwan menawarkan kerja sama dengan Indonesia untuk mengembangkan kawasan percontohan pertanian cerdas atau smart agriculture. Inisiatif tersebut dinilai berpotensi memperkuat ketahanan pangan Indonesia sekaligus membuka peluang peningkatan ekspor produk pangan olahan.

Kepala Departemen Luar Negeri Taiwan Lin Chia-Lung menyampaikan peluang kerja sama itu dalam pertemuan dengan delegasi media di Taipei, Kamis (20/8/2026), dalam kerangka Kebijakan Baru ke Arah Selatan (New Southbound Policy/NSP) Taiwan.

Menurut Lin, Taiwan memiliki pengalaman dan teknologi di bidang pertanian cerdas yang dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan pertanian Indonesia. Ia berharap Indonesia dapat menyediakan wilayah yang nantinya menjadi kawasan percontohan penerapan teknologi tersebut.

“Jika Indonesia dapat menyediakan wilayah percontohan bagi Taiwan untuk memberikan solusi terpadu, hal itu akan sangat kami apresiasi,” ujar Lin.

Pengembangan kawasan percontohan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian. Taiwan juga melihat peluang untuk membangun ekosistem industri baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, serta memperluas pasar ekspor pangan olahan Indonesia.

Kerja sama tersebut juga sejalan dengan berbagai upaya Indonesia dalam mendorong modernisasi pertanian. Badan Informasi Geospasial (BIG), misalnya, pada Agustus 2026 melakukan uji penerapan teknologi geospasial untuk mendukung smart agriculture, termasuk penggunaan traktor dengan sistem navigasi presisi dan drone untuk pemupukan.

Di sisi lain, Taiwan juga telah menjalankan program pengembangan agribisnis di Jawa Barat melalui TaiwanICDF. Program tersebut mencakup peningkatan teknologi produksi, penguatan rantai pasok, pengembangan pasar, serta peluang transfer teknologi dan pencocokan bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan Taiwan.

Bagi Indonesia, pengembangan kawasan percontohan pertanian cerdas dapat menjadi ruang untuk menguji teknologi secara langsung sesuai karakteristik lahan, komoditas, iklim, dan kebutuhan petani lokal sebelum diterapkan secara lebih luas.

Jika terealisasi, kolaborasi Indonesia-Taiwan ini berpotensi menjadi salah satu model pengembangan pertanian modern yang menggabungkan sumber daya pertanian Indonesia dengan teknologi dan pengalaman Taiwan untuk memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan daya saing produk pertanian di pasar global.

ja/ke/red 

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!