Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi PetaniLalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual PotensiIroni Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi?Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut PerbaikanStudi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di WilayahnyaPertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi PetaniLalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual PotensiIroni Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi?Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut PerbaikanStudi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya
Serunya GKR Bendoro Nikmati Wisata Edukatif di KWT Puspa Gemari Kedaton, Dukung Lomba Desa Wisata DIY
Fauziah
• 31 Jul 2026• 32• 0•3 menit
Yogyakarta – Suasana penuh semangat dan kehangatan mewarnai kunjungan GKR Bendoro ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Puspa Gemari Kedaton dalam rangka mendukung penilaian Lomba Desa Wisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata dukungan terhadap pengembangan desa wisata berbasis pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian budaya lokal.
Dalam kunjungannya, GKR Bendoro menikmati berbagai aktivitas wisata edukatif yang disuguhkan KWT Puspa Gemari Kedaton. Beragam potensi pertanian, budidaya tanaman, pengolahan hasil pertanian, hingga produk UMKM lokal diperkenalkan sebagai bagian dari daya tarik desa wisata yang mengedepankan edukasi dan kearifan lokal.
Kehadiran GKR Bendoro disambut antusias oleh masyarakat, pengurus KWT, serta pemerintah setempat. Momen tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh warga untuk terus mengembangkan potensi desa agar mampu menjadi destinasi wisata yang berkualitas, berdaya saing, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ketua KWT Puspa Gemari Kedaton menyampaikan bahwa pengembangan wisata edukatif tidak hanya bertujuan menarik wisatawan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran mengenai pertanian, lingkungan, dan ketahanan pangan bagi generasi muda maupun pengunjung dari berbagai daerah.
Lomba Desa Wisata DIY sendiri menjadi ajang untuk mendorong desa-desa terus berinovasi dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan. Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak, diharapkan desa wisata di DIY semakin berkembang dan mampu menjadi contoh pengelolaan wisata berbasis komunitas yang sukses.
Kunjungan GKR Bendoro di KWT Puspa Gemari Kedaton pun menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat gotong royong, meningkatkan kualitas destinasi wisata edukatif, sekaligus mempromosikan kekayaan pertanian dan budaya Daerah Istimewa Yogyakarta kepada masyarakat luas.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!