Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi PetaniLalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual PotensiIroni Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi?Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut PerbaikanStudi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di WilayahnyaPertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi PetaniLalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual PotensiIroni Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi?Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut PerbaikanStudi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya
Rahasia Kambing Gemuk Tanpa Cari Rumput Setiap Hari, Peternak Kulon Progo Antusias Ikuti Pelatihan Silase
Redaksi AIN
• 02 Aug 2026• 34• 0•3 menit
KULON PROGO – Inovasi pakan ternak kembali menjadi perhatian para peternak. Melalui pelatihan pembuatan silase, peternak di Kabupaten Kulon Progo kini memiliki solusi praktis untuk menyediakan pakan berkualitas tanpa harus mencari rumput setiap hari.
Silase merupakan pakan hijauan yang diawetkan melalui proses fermentasi sehingga memiliki kandungan nutrisi yang tetap terjaga, lebih tahan lama, dan dapat disimpan untuk digunakan saat musim kemarau. Teknologi ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi usaha peternakan sekaligus menjaga pertumbuhan kambing agar lebih optimal.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mempelajari teknik memilih bahan baku, proses pencacahan, pencampuran, fermentasi, hingga penyimpanan silase yang benar. Dengan keterampilan tersebut, peternak dapat memanfaatkan limbah pertanian maupun hijauan lokal menjadi cadangan pakan bernilai ekonomi tinggi.
Penerapan silase memberikan banyak manfaat, mulai dari menghemat waktu dan tenaga, menekan biaya produksi, menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun, hingga mendukung pertambahan bobot kambing secara lebih stabil. Langkah ini juga menjadi strategi menghadapi tantangan perubahan musim yang kerap menyebabkan kelangkaan hijauan segar.
Agri Indonesia News (AINEWS) menilai, pelatihan silase merupakan bagian dari transformasi peternakan modern berbasis inovasi. Dengan semakin banyak peternak menguasai teknologi pakan fermentasi, produktivitas ternak diharapkan meningkat, pendapatan peternak bertambah, serta ketahanan pangan nasional semakin kuat.( Red/PPL Kulon Progo)
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!