Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Prabowo Perkuat Pencegahan Karhutla dari Desa, Babinsa Diminta Aktif Edukasi Warga

Redaksi Redaksi • 31 Aug 2026 • 37 • 0 • 3 menit
Prabowo Perkuat Pencegahan Karhutla dari Desa, Babinsa Diminta Aktif Edukasi Warga

Jakarta, Agrinews.com— Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah meluas. Presiden Prabowo Subianto meminta edukasi kepada masyarakat diperkuat hingga tingkat desa dengan melibatkan Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan arahan tersebut disampaikan Prabowo saat bertemu Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan, Menteri Pertahanan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Menteri Sekretaris Negara di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Teddy, Babinsa diharapkan menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman langsung kepada warga mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan.

“Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama,” kata Teddy sebagaimana keterangan Sekretariat Kabinet di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Arahan tersebut menempatkan pencegahan sebagai salah satu titik penting dalam penanganan karhutla. Edukasi di tingkat desa dinilai strategis karena masyarakat merupakan pihak yang berhadapan langsung dengan aktivitas pembukaan maupun pengelolaan lahan.

Namun, efektivitas langkah tersebut tidak hanya bergantung pada kehadiran Babinsa. Pencegahan karhutla juga membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, masyarakat, serta dukungan terhadap praktik pengelolaan lahan yang tidak menggunakan pembakaran.

Dengan pendekatan tersebut, penanganan karhutla diharapkan tidak berhenti pada respons ketika kebakaran terjadi. Kesadaran masyarakat untuk mencegah munculnya titik api sejak awal menjadi bagian penting dalam menjaga hutan dan lahan dari kerusakan.

Ja/ kr

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!