Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Petani Muda BerJaya Class Season III Perkuat Regenerasi, Cetak Agripreneur Masa Depan

Redaksi Redaksi • 25 Aug 2026 • 26 • 0 • 3 menit
Petani Muda BerJaya Class Season III Perkuat Regenerasi, Cetak Agripreneur Masa Depan

Kota Batu '--Program Petani Muda BerJaya Class Season III kembali hadir dengan membawa misi memperkuat regenerasi petani sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu mengembangkan pertanian sebagai sektor usaha yang modern dan bernilai ekonomi.

Program ini diarahkan untuk membekali peserta dengan pengetahuan, keterampilan, wawasan kewirausahaan, serta pemanfaatan teknologi pertanian. Peserta tidak hanya didorong memahami proses produksi, tetapi juga bagaimana menciptakan nilai tambah, membangun pasar, mengembangkan produk, hingga memanfaatkan teknologi digital.

Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mengatakan, regenerasi petani tidak cukup dilakukan dengan mempertahankan pola pertanian konvensional. Menurutnya, diperlukan pendekatan yang lebih inovatif, bernilai ekonomi, dan dekat dengan perkembangan teknologi agar sektor pertanian semakin menarik bagi generasi muda.

“Regenerasi petani tidak cukup hanya dengan mempertahankan pola pertanian konvensional. Harus ada pendekatan yang lebih inovatif, bernilai ekonomi, dan dekat dengan perkembangan teknologi sehingga generasi muda melihat pertanian sebagai peluang masa depan,” ujar Heli Suyanto.

Menurutnya, generasi muda memiliki peran strategis dalam membawa perubahan di sektor pertanian. Penguasaan teknologi, kreativitas, serta kemampuan membaca peluang pasar menjadi modal penting untuk membangun usaha pertanian yang berkelanjutan.

Melalui Petani Muda BerJaya Class Season III, peserta diharapkan mampu mengembangkan pola pikir kewirausahaan dan berani menciptakan usaha berbasis potensi pertanian. Konsep tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempercepat regenerasi petani dan memperkuat ekonomi berbasis sektor pertanian.

Pengembangan agripreneur muda juga membuka peluang terciptanya lapangan kerja baru di perdesaan. Ketika anak muda mampu mengelola pertanian secara profesional dari hulu hingga hilir, sektor ini tidak lagi dipandang sebagai pekerjaan tradisional, tetapi sebagai bisnis yang memiliki prospek dan daya saing.

Petani Muda BerJaya Class Season III diharapkan menjadi ruang pembelajaran sekaligus inkubasi bagi generasi muda untuk tumbuh sebagai agripreneur baru yang inovatif, mandiri, adaptif terhadap teknologi, dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Regenerasi petani bukan sekadar mengganti pelaku, tetapi menghadirkan cara baru agar pertanian menjadi sektor yang menjanjikan bagi generasi masa depan.

Sumber: Diskominfo 

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!