Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Peternakan

Pemkab Lumajang Dorong Kambing Senduro dan Domba Unggulan Naik Kelas Lewat Kontes Ternak

Redaksi Redaksi • 24 Aug 2026 • 24 • 0 • 3 menit
Pemkab Lumajang Dorong Kambing Senduro dan Domba Unggulan Naik Kelas Lewat Kontes Ternak

LUMAJANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus mendorong pengembangan potensi peternakan daerah dengan menyiapkan kontes ternak yang mempertemukan peternak dan ternak-ternak unggulan. Kegiatan ini diarahkan menjadi ruang untuk mengukur kualitas sekaligus memperkenalkan potensi kambing Senduro dan domba Lumajang kepada masyarakat.

Kontes tersebut tidak hanya berorientasi pada penentuan ternak terbaik. Pemkab Lumajang menjadikannya sebagai sarana bagi peternak untuk menambah pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus memperoleh gambaran mengenai kualitas ternak yang selama ini mereka kembangkan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang, Retno Wulan Andari, mengatakan potensi peternakan Lumajang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat, khususnya komoditas ternak yang memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri.

“Masyarakat perlu mengetahui bahwa Lumajang memiliki berbagai potensi peternakan, tidak hanya sapi dan kambing secara umum, tetapi juga ternak unggulan seperti kambing Senduro dan domba,” kata Retno, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, kontes ternak juga memiliki fungsi edukatif. Masyarakat dapat melihat secara langsung berbagai jenis dan kualitas ternak yang dikembangkan peternak Lumajang, sehingga potensi peternakan daerah tidak hanya dikenal di kalangan pelaku usaha peternakan.

“Harapannya masyarakat turut hadir dan melihat secara langsung berbagai potensi ternak yang ada di Kabupaten Lumajang,” ujarnya.

Di sisi lain, aspek kesehatan ternak menjadi perhatian sebelum mengikuti kontes. Peternak diminta membatasi aktivitas keluar-masuk kandang untuk mengurangi risiko penularan penyakit serta memastikan ternak yang akan diikutsertakan telah mendapatkan vaksinasi.

Bagi ternak yang belum memperoleh vaksin, peternak diminta segera melakukan vaksinasi dan melengkapi surat keterangan sebagai bagian dari persyaratan mengikuti kontes.

Persiapan peserta juga akan dilengkapi dengan technical meeting yang dijadwalkan tiga hari sebelum pelaksanaan. Dalam pertemuan tersebut, peserta akan mendapatkan penjelasan mengenai teknis dan ketentuan perlombaan.

Untuk menjaga penilaian tetap sesuai kategori, area perlombaan nantinya akan dibedakan berdasarkan jenis ternak. Peternak yang berhasil mencatatkan prestasi akan memperoleh sertifikat, hadiah, dan trofi sebagai bentuk penghargaan.

Dengan konsep tersebut, kontes ternak diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat promosi potensi peternakan Lumajang, membuka jejaring antarpelaku usaha, serta mendorong peternak untuk terus meningkatkan kualitas ternaknya.

Sumber: Diskominfo 

— Iklan — SELAMAT MAULID NABI MUHAMMAD
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!