Jumat, 31 Juli 2026
Ikuti Kami
Breaking
5 Tips Bertani di Rumah untuk Pemula, Mudah Dipraktikkan dan Hasilnya Memuaskan Panduan Memindahkan Tanaman ke Pot yang Lebih Besar agar Tetap Tumbuh Subur kenali Cara Kerja Pestisida pada Tanaman, Petani Perlu Memahaminya Waspada! Kenali 4 Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Kelapa Sawit Atasi Hama dan Penyakit, Petani Kakao Desa Dolago Kenalkan 'Ramuan' Ampuh untuk Panen Melimpah 5 Tips Bertani di Rumah untuk Pemula, Mudah Dipraktikkan dan Hasilnya Memuaskan Panduan Memindahkan Tanaman ke Pot yang Lebih Besar agar Tetap Tumbuh Subur kenali Cara Kerja Pestisida pada Tanaman, Petani Perlu Memahaminya Waspada! Kenali 4 Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Kelapa Sawit Atasi Hama dan Penyakit, Petani Kakao Desa Dolago Kenalkan 'Ramuan' Ampuh untuk Panen Melimpah

Agri Indonesia News

Pertanian

kenali Cara Kerja Pestisida pada Tanaman, Petani Perlu Memahaminya

Redaksi AGRI Redaksi AGRI 30 Jul 2026 8 0 3 menit
kenali Cara Kerja Pestisida pada Tanaman, Petani Perlu Memahaminya
AGRI – Pestisida menjadi salah satu sarana penting dalam budidaya tanaman karena berfungsi membantu mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT), seperti hama maupun penyakit. Penggunaan pestisida yang tepat dapat mengurangi risiko kerusakan tanaman sehingga produktivitas tetap terjaga. Agar penggunaannya lebih efektif, petani perlu memahami bagaimana cara kerja masing-masing jenis pestisida. Berikut beberapa mekanisme kerja pestisida yang umum digunakan dalam kegiatan pertanian. 1. Pestisida Racun Kontak Pestisida jenis ini bekerja ketika bahan aktifnya mengenai tubuh hama secara langsung. Oleh karena itu, aplikasi harus dilakukan secara merata pada bagian tanaman yang menjadi tempat hama beraktivitas agar efektivitas pengendaliannya lebih optimal. 2. Pestisida Racun Pernapasan Racun pernapasan bekerja dengan mengganggu sistem respirasi hama. Jenis pestisida ini umumnya memberikan hasil yang lebih baik apabila diaplikasikan pada saat populasi atau aktivitas hama sedang tinggi sehingga peluang hama terpapar menjadi lebih besar. 3. Pestisida Sistemik dan Non Sistemik Pestisida sistemik dapat diserap oleh jaringan tanaman dan didistribusikan ke bagian tertentu sehingga hama yang mengisap atau memakan jaringan tanaman akan terpapar bahan aktif tersebut. Sementara itu, pestisida non sistemik hanya berada di permukaan tanaman dan bekerja ketika hama bersentuhan langsung dengan bagian yang telah disemprot. 4. Pestisida Atraktan (Penarik) Atraktan merupakan pestisida yang memanfaatkan senyawa tertentu untuk menarik organisme sasaran, terutama serangga. Jenis ini sering digunakan dalam perangkap hama untuk membantu mengurangi populasi secara lebih terarah. 5. Pestisida Repellent (Penolak) Berbeda dengan atraktan, pestisida repellent bekerja dengan cara mengusir atau menghalangi hama mendekati tanaman. Senyawa yang terkandung di dalamnya membuat hama enggan hinggap maupun menyerang tanaman sehingga dapat mengurangi tingkat kerusakan. Gunakan Pestisida Secara Bijak Pemilihan jenis pestisida harus disesuaikan dengan jenis hama, tingkat serangan, dan kondisi tanaman. Selain itu, petani perlu mengikuti dosis serta petunjuk penggunaan yang tertera pada label produk agar pengendalian hama berjalan efektif, aman bagi tanaman, dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Dengan memahami mekanisme kerja setiap jenis pestisida, petani dapat menentukan metode pengendalian yang lebih tepat sehingga hasil budidaya menjadi lebih optimal dan berkelanjutan.
— Iklan — iklan 4
Redaksi AGRI
Penulis

Redaksi AGRI

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!