Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Perikanan

Desa Sembiran Dorong Pengembangan Sport Tourism dan Trekking Berbasis Potensi Lokal

Redaksi Redaksi • 22 Aug 2026 • 20 • 0 • 3 menit
Desa Sembiran Dorong Pengembangan Sport Tourism dan Trekking Berbasis Potensi Lokal

Buleleng – Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Bali, terus menggali potensi pariwisata berbasis masyarakat. Selain kekayaan budaya Bali Aga, kawasan perbukitan Desa Sembiran dinilai memiliki peluang dikembangkan untuk sport tourism, termasuk aktivitas trekking.

Pengembangan tersebut sejalan dengan karakter geografis Sembiran yang berada di wilayah perbukitan dan memiliki lanskap alam, situs religi, serta jalur jelajah yang potensial menjadi daya tarik wisata. Kajian mengenai Sembiran juga mencatat kekayaan alam dan budaya desa sebagai aset yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Upaya penguatan desa wisata kini juga diarahkan pada aspek keamanan dan kesiapan masyarakat. Pada Juli 2026, Desa Sembiran mengikuti program Safe Community Tourism yang melibatkan pemerintah desa, Pokdarwis, pelaku pariwisata, dan pemuda. Materinya mencakup pertolongan pertama, penanganan gigitan ular, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan wisata.

Potensi tersebut dapat dikembangkan menjadi paket wisata berbasis pengalaman, seperti trekking menyusuri perbukitan, jelajah rumah tua dan situs budaya, wisata religi, hingga pengenalan tradisi masyarakat Bali Aga. Desa Sembiran sendiri telah tercatat dalam platform Jadesta sebagai desa wisata kategori rintisan dengan sejumlah fasilitas dasar pariwisata.

Namun, pengembangan destinasi masih membutuhkan penguatan infrastruktur, aksesibilitas, kelembagaan, sumber daya manusia, dan promosi digital. Penelitian terbaru juga menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha agar potensi wisata Sembiran dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dengan menggabungkan sport tourism, trekking, wisata alam, serta kekayaan budaya Bali Aga, Desa Sembiran memiliki peluang membangun karakter destinasi yang berbeda. Pengembangan berbasis masyarakat diharapkan tidak hanya meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekaligus menjaga kelestarian alam dan budaya lokal.

Kgg/hum 

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!