Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi PetaniLalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual PotensiIroni Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi?Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut PerbaikanStudi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di WilayahnyaPertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi PetaniLalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual PotensiIroni Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi?Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut PerbaikanStudi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya
Dari Akar Putri Malu untuk Pertanian Berkelanjutan: KKN PMD Universitas Mataram Latih Petani Desa Labulia Membuat PGPR
Redaksi AIN
• 01 Aug 2026• 20• 0•3 menit
Lombok Tengah – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram menggelar pelatihan pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) berbahan dasar akar tanaman putri malu bagi kelompok tani di Desa Labulia. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan teknologi pertanian ramah lingkungan yang mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk dan bahan kimia sintetis.
Pelatihan tersebut diikuti puluhan petani yang antusias mempelajari proses pembuatan PGPR mulai dari pengenalan manfaat, pengumpulan akar putri malu, proses fermentasi, hingga cara aplikasi pada berbagai komoditas pertanian. Mahasiswa KKN memberikan pendampingan secara langsung agar petani dapat memproduksi PGPR secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan desa.
Koordinator KKN PMD Universitas Mataram menjelaskan bahwa akar tanaman putri malu dipilih karena mengandung bakteri menguntungkan yang mampu merangsang pertumbuhan akar, meningkatkan penyerapan unsur hara, serta membantu tanaman lebih tahan terhadap serangan penyakit dan cekaman lingkungan.
Menurut para peserta, pelatihan ini menjadi pengetahuan baru yang sangat bermanfaat karena biaya pembuatannya relatif murah, mudah dipraktikkan, dan berpotensi meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Mereka berharap inovasi tersebut dapat diterapkan secara luas untuk mendukung pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, KKN PMD Universitas Mataram tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mewujudkan sistem pertanian yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. (Ref/4gr
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!