TABANAN, Agrinews.com— Program Bupati Ngantor di Desa (Bungan Desa) ke-64 di Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, tidak sekadar menjadi agenda pelayanan pemerintahan. Kunjungan pada Selasa (1/9) itu sekaligus memetakan potensi ekonomi berbasis pertanian, kehutanan dan pariwisata desa.
Bupati Tabanan Sanjaya mengawali kegiatan dengan mengunjungi Kelompok Tani Hutan Merta Sari Urip di Banjar Dinas Yeh Bakung. Ia berdialog dengan petani sekaligus meninjau panen madu lebah klanceng yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk unggulan masyarakat.
Sanjaya mengakui produksi madu klanceng membutuhkan ketekunan dan menghadapi berbagai tantangan. Pemerintah daerah, kata dia, akan mendorong pengembangan sumber pakan lebah, termasuk kemungkinan pengembangan bibit tanaman berbunga.
Dari sektor pertanian, rombongan kemudian bergerak ke Pantai Pengasahan. Di lokasi ini, Bupati berdialog dengan Pokdarwis Arkananta Parahita mengenai pengembangan wisata pantai yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi selancar yang diminati wisatawan mancanegara.
Potensi tersebut menjadi modal penting bagi Lalanglinggah untuk memperkuat ekonomi desa berbasis pariwisata, tanpa meninggalkan sektor pertanian, perkebunan dan perikanan yang selama ini menjadi mata pencaharian masyarakat.
Kunjungan dilanjutkan ke wilayah Selabih untuk melihat infrastruktur Gapura Perbatasan Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana.
Sanjaya menegaskan, Bungan Desa dirancang untuk memangkas jarak antara pemerintah dan masyarakat. Dengan membawa perangkat daerah langsung ke desa, pelayanan sekaligus identifikasi persoalan dan potensi pembangunan dapat dilakukan di lapangan.
“Bungan Desa ke-64 ini bagian dari upaya mendekatkan pemerintah kepada masyarakat. Mulai September ini akan segera saya selesaikan di seluruh desa,” ujar Sanjaya.
Perbekel Lalanglinggah I Nyoman Arnawa menyebut desanya memiliki luas sekitar 1.600 hektare dengan 3.892 jiwa penduduk. Wilayah tersebut terdiri atas 11 dusun, enam desa adat dan 11 banjar adat.
Menurut Arnawa, sektor pertanian, perkebunan, nelayan, wiraswasta hingga pariwisata menjadi penopang ekonomi masyarakat. Ia berharap perhatian pemerintah kabupaten dapat memperkuat pengembangan berbagai potensi tersebut.
“Kami siap menjaga komitmen untuk menjadikan Lalanglinggah sebagai surganya selancar dan pariwisata,” katanya.
Dengan kekayaan potensi darat dan laut yang dimiliki, tantangan Lalanglinggah kini bukan sekadar menjaga sumber daya, tetapi memastikan pengembangannya mampu memberi nilai tambah dan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Gil/ril
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!