Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Sawah di Kecamatan Paguyaman Boalemo Mulai Mengering, Petani Terimbas Kemarau

Redaksi Redaksi • 11 Aug 2026 • 20 • 0 • 3 menit
Sawah di Kecamatan Paguyaman Boalemo Mulai Mengering, Petani Terimbas Kemarau

BOALEMO, GORONTALO — Sejumlah areal persawahan di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, mulai mengalami kekeringan akibat kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi tersebut terlihat dari mulai mengeringnya sebagian lahan sawah dan berkurangnya ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian. Situasi ini menjadi perhatian bagi petani, terutama mereka yang mengandalkan pengairan sawah dari sumber air yang mulai menyusut.

Kemarau yang berkepanjangan berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman apabila kebutuhan air tidak dapat terpenuhi. Petani pun perlu melakukan penyesuaian pola tanam serta mengatur penggunaan air secara lebih efisien.

Bagi petani yang sedang mempersiapkan masa tanam, keterbatasan air juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan waktu tanam. Sementara bagi lahan yang sudah ditanami, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga tanaman tetap tumbuh hingga masa panen.

Kondisi persawahan yang mulai mengering di Paguyaman diharapkan mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait. Langkah antisipasi, seperti pemantauan kondisi sumber air, pengaturan distribusi air irigasi, serta bantuan sarana pengairan jika diperlukan, dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak kekeringan terhadap petani.

Petani juga diimbau untuk terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dan pihak terkait agar langkah yang diambil sesuai dengan kondisi lahan dan ketersediaan air di wilayah masing-masing.

Kekeringan menjadi salah satu tantangan yang perlu diantisipasi dalam menjaga produktivitas pertanian. Dengan pengelolaan air yang tepat dan dukungan berbagai pihak, dampak kemarau terhadap lahan pertanian di Kecamatan Paguyaman diharapkan dapat ditekan.

BG/red

Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!