LUMAJANG — Potensi jagung pulut ungu terus dikembangkan menjadi produk pangan bernilai tambah. Salah satunya melalui inovasi olahan ketan jagung pulut ungu yang dikembangkan di P4S Asri Farm, Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.
Produk tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana hasil pertanian lokal dapat diolah menjadi pangan kreatif yang memiliki peluang ekonomi. Jagung pulut ungu tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan dengan tampilan menarik dan cita rasa khas.
PPL Kecamatan Rowokangkung, Heru Afandi, SP, menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi pertanian agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Pendekatan tersebut menempatkan petani tidak hanya sebagai produsen bahan pangan, tetapi juga sebagai bagian dari rantai usaha pengolahan dan pemasaran produk pertanian.
Kehadiran olahan ketan jagung pulut ungu di P4S Asri Farm menunjukkan bahwa inovasi dapat dimulai dari desa. Dengan kreativitas, pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat, komoditas pertanian lokal berpeluang berkembang menjadi produk UMKM sekaligus mendukung perekonomian masyarakat.
P4S Asri Farm sendiri menjadi salah satu ruang pengembangan potensi pertanian, edukasi dan kreativitas masyarakat. Pengolahan jagung pulut ungu menjadi produk pangan merupakan contoh sederhana dari konsep “dari desa untuk Indonesia”.
Ke depan, pengembangan produk berbasis komoditas lokal diharapkan dapat semakin memperkuat keterkaitan antara petani, penyuluh, pelaku UMKM dan pasar, sehingga hasil pertanian memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Dari lahan desa lahir inovasi, dari inovasi tumbuh ekonomi, dan dari desa Indonesia membangun kemandirian pangan.
Zas/yt/red
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!