SEMARANG – Persoalan kesejahteraan guru menjadi sorotan dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Aspirasi tersebut disampaikan mahasiswa baru yang mempertanyakan kondisi para pendidik, terutama mereka yang masih menghadapi keterbatasan kesejahteraan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin menegaskan bahwa kesejahteraan guru harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata dia, akan terus mengawal persoalan tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.
“Guru harus sejahtera, guru harus dipikirkan. Ini akan kita kawal bersama-sama,” ujar Gus Yasin.
Pernyataan itu disampaikan setelah seorang mahasiswa baru UIN Walisongo menyampaikan keresahannya mengenai kondisi guru. Momen tersebut menjadi perhatian karena persoalan kesejahteraan pendidik dinilai memiliki kaitan erat dengan kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda.
Gus Yasin menilai perhatian kepada guru tidak semata-mata berkaitan dengan besaran penghasilan. Menurutnya, kesejahteraan pendidik juga menyangkut penghargaan terhadap profesi dan upaya memastikan guru dapat menjalankan tugas pendidikan secara optimal.
Salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah guru nonformal. Sebagian guru pada sektor tersebut masih menerima penghasilan yang terbatas. Karena itu, Pemprov Jawa Tengah mempertahankan pemberian insentif sebagai bentuk perhatian dan penghargaan terhadap pengabdian mereka.
Gus Yasin juga menyambut baik keberanian mahasiswa UIN Walisongo dalam menyampaikan aspirasi. Baginya, kepedulian mahasiswa terhadap persoalan guru menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya memikirkan kepentingan akademik, tetapi juga memiliki perhatian terhadap persoalan sosial di sekitarnya.
Ia berharap aspirasi mengenai kesejahteraan guru dapat terus dikawal, tidak hanya di tingkat pemerintah daerah, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah pusat.
Persoalan guru, lanjutnya, merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Ketika guru mendapatkan perhatian dan kesejahteraan yang layak, maka kualitas proses pendidikan diharapkan ikut meningkat.
Pesan Gus Yasin tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas dan meningkatkan akses belajar. Di balik keberhasilan pendidikan, terdapat guru yang membutuhkan dukungan, penghargaan, dan jaminan kesejahteraan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.
hum/red
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!