Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Peternakan

Maba UIN Walisongo Soroti Nasib Guru, Gus Yasin Tegaskan Guru Harus Sejahtera

Redaksi Redaksi • 19 Aug 2026 • 12 • 0 • 3 menit
Maba UIN Walisongo Soroti Nasib Guru, Gus Yasin Tegaskan Guru Harus Sejahtera

SEMARANG – Persoalan kesejahteraan guru menjadi sorotan dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Aspirasi tersebut disampaikan mahasiswa baru yang mempertanyakan kondisi para pendidik, terutama mereka yang masih menghadapi keterbatasan kesejahteraan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin menegaskan bahwa kesejahteraan guru harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kata dia, akan terus mengawal persoalan tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota.

“Guru harus sejahtera, guru harus dipikirkan. Ini akan kita kawal bersama-sama,” ujar Gus Yasin.

Pernyataan itu disampaikan setelah seorang mahasiswa baru UIN Walisongo menyampaikan keresahannya mengenai kondisi guru. Momen tersebut menjadi perhatian karena persoalan kesejahteraan pendidik dinilai memiliki kaitan erat dengan kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda.

Gus Yasin menilai perhatian kepada guru tidak semata-mata berkaitan dengan besaran penghasilan. Menurutnya, kesejahteraan pendidik juga menyangkut penghargaan terhadap profesi dan upaya memastikan guru dapat menjalankan tugas pendidikan secara optimal.

Salah satu kelompok yang menjadi perhatian adalah guru nonformal. Sebagian guru pada sektor tersebut masih menerima penghasilan yang terbatas. Karena itu, Pemprov Jawa Tengah mempertahankan pemberian insentif sebagai bentuk perhatian dan penghargaan terhadap pengabdian mereka.

Gus Yasin juga menyambut baik keberanian mahasiswa UIN Walisongo dalam menyampaikan aspirasi. Baginya, kepedulian mahasiswa terhadap persoalan guru menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya memikirkan kepentingan akademik, tetapi juga memiliki perhatian terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

Ia berharap aspirasi mengenai kesejahteraan guru dapat terus dikawal, tidak hanya di tingkat pemerintah daerah, tetapi juga menjadi perhatian pemerintah pusat.

Persoalan guru, lanjutnya, merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia. Ketika guru mendapatkan perhatian dan kesejahteraan yang layak, maka kualitas proses pendidikan diharapkan ikut meningkat.

Pesan Gus Yasin tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas dan meningkatkan akses belajar. Di balik keberhasilan pendidikan, terdapat guru yang membutuhkan dukungan, penghargaan, dan jaminan kesejahteraan agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

hum/red

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!