CIREBON — Lahan desa yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini berubah menjadi hamparan kebun kangkung produktif. Di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jamil (57) memilih mengolah lahan tersebut menjadi sumber penghidupan melalui budidaya kangkung.
Setiap pagi hingga siang, Jamil rutin merawat tanaman yang tumbuh memenuhi sebagian lahan milik desa. Aktivitas sederhana itu menjadi gambaran bahwa lahan yang selama ini dianggap kurang produktif sebenarnya dapat memberikan nilai ekonomi ketika dikelola dengan ketekunan dan kemauan.
Kisah Jamil bukan sekadar tentang menanam kangkung. Lebih dari itu, langkahnya menunjukkan bagaimana pemanfaatan aset desa dapat diarahkan untuk kegiatan pertanian yang menghasilkan. Lahan yang sebelumnya tidak memberikan banyak manfaat kini memiliki fungsi baru sebagai kebun pangan sekaligus sumber pendapatan.
Budidaya kangkung juga memiliki keunggulan karena merupakan komoditas sayuran yang relatif cepat dipanen dan dibutuhkan masyarakat. Dengan pengelolaan yang konsisten, lahan sederhana dapat terus menghasilkan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Apa yang dilakukan Jamil menjadi contoh kecil bahwa pembangunan ekonomi desa tidak selalu harus dimulai dari investasi besar. Kadang, perubahan justru berawal dari keberanian mengolah lahan yang ada, menjaga tanaman setiap hari, dan membangun pasar secara bertahap.
Dari Cirebon, kisah Jamil memberikan pesan sederhana: lahan tidur bukan berarti lahan mati. Dengan kerja keras dan pengelolaan yang tepat, lahan desa dapat menjadi sumber pangan, penghasilan, dan harapan bagi masyarakat.
has/ tir
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!