Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Kisah Jamil Ubah Lahan Tidur Desa di Cirebon Jadi Kebun Kangkung Produktif

Redaksi Redaksi • 17 Aug 2026 • 13 • 0 • 3 menit
Kisah Jamil Ubah Lahan Tidur Desa di Cirebon Jadi Kebun Kangkung Produktif

CIREBON — Lahan desa yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal kini berubah menjadi hamparan kebun kangkung produktif. Di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jamil (57) memilih mengolah lahan tersebut menjadi sumber penghidupan melalui budidaya kangkung.

Setiap pagi hingga siang, Jamil rutin merawat tanaman yang tumbuh memenuhi sebagian lahan milik desa. Aktivitas sederhana itu menjadi gambaran bahwa lahan yang selama ini dianggap kurang produktif sebenarnya dapat memberikan nilai ekonomi ketika dikelola dengan ketekunan dan kemauan.

Kisah Jamil bukan sekadar tentang menanam kangkung. Lebih dari itu, langkahnya menunjukkan bagaimana pemanfaatan aset desa dapat diarahkan untuk kegiatan pertanian yang menghasilkan. Lahan yang sebelumnya tidak memberikan banyak manfaat kini memiliki fungsi baru sebagai kebun pangan sekaligus sumber pendapatan.

Budidaya kangkung juga memiliki keunggulan karena merupakan komoditas sayuran yang relatif cepat dipanen dan dibutuhkan masyarakat. Dengan pengelolaan yang konsisten, lahan sederhana dapat terus menghasilkan dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Apa yang dilakukan Jamil menjadi contoh kecil bahwa pembangunan ekonomi desa tidak selalu harus dimulai dari investasi besar. Kadang, perubahan justru berawal dari keberanian mengolah lahan yang ada, menjaga tanaman setiap hari, dan membangun pasar secara bertahap.

Dari Cirebon, kisah Jamil memberikan pesan sederhana: lahan tidur bukan berarti lahan mati. Dengan kerja keras dan pengelolaan yang tepat, lahan desa dapat menjadi sumber pangan, penghasilan, dan harapan bagi masyarakat.

has/ tir

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!