Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Teknologi

Jepang Kembangkan Inovasi Penyerbukan Melon, Lalat Bunga Diuji sebagai Alternatif Lebah Madu

Redaksi Redaksi • 23 Aug 2026 • 18 • 0 • 3 menit
Jepang Kembangkan Inovasi Penyerbukan Melon, Lalat Bunga Diuji sebagai Alternatif Lebah Madu

JEPANG — Sektor hortikultura Jepang mulai menguji alternatif penyerbukan tanaman setelah menghadapi persoalan ketersediaan lebah madu. Salah satu inovasi yang tengah diuji adalah pemanfaatan lalat bunga (hoverfly) untuk membantu proses penyerbukan di rumah kaca.

Uji coba tersebut berlangsung di wilayah Hokota, Prefektur Ibaraki, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi melon utama Jepang. Kegiatan ini melibatkan koperasi pertanian JA Hokota bersama mitra distributor penyerbuk di Jepang dan Polyfly, perusahaan yang mengembangkan lalat bunga untuk kebutuhan penyerbukan tanaman.

Berdasarkan laporan Nihon Nogyo Shimbun yang dikutip dalam publikasi Hortidaily pada 3 Juni 2026, JA Hokota memiliki sekitar 170 anggota produsen melon dengan luas budidaya hampir 94 hektare. Koperasi tersebut mencatat penjualan tahunan sekitar 2,1 miliar yen dengan volume pengiriman sekitar 640.000 kotak melon berukuran 5 kilogram.

Pengujian lalat bunga dilakukan pada musim tanam 2025/2026. Lima produsen menggunakannya untuk tanaman melon, sementara lima produsen lainnya melakukan pengujian pada stroberi.

Alternatif Penyerbukan

Penggunaan lalat bunga menjadi perhatian karena serangga tersebut memiliki karakteristik berbeda dibandingkan lebah madu. Lalat bunga tidak memiliki kemampuan menyengat sehingga dinilai lebih aman bagi pekerja yang beraktivitas di dalam rumah kaca.

Selain itu, aktivitas lalat bunga disebut relatif tidak bergantung pada kondisi cuaca seperti halnya penyerbuk tertentu. Serangga tersebut tetap berada di sekitar tanaman selama bunga tersedia.

Namun, teknologi tersebut bukan tanpa keterbatasan. Lalat bunga tidak memiliki naluri kembali ke sarang sehingga pengelolaannya berbeda dengan lebah madu yang dapat dipelihara dalam koloni.

Presiden Divisi Melon JA Hokota, Nagamine, menilai hasil awal pengujian cukup menjanjikan. Ia menyebut proses penyerbukan selama uji coba berjalan lebih lancar dibandingkan penggunaan lebah madu, meski evaluasi masih berlangsung.

Masih Tahap Pengujian

Hasil awal tersebut belum dapat menjadi kesimpulan bahwa lalat bunga akan sepenuhnya menggantikan lebah madu dalam produksi hortikultura Jepang. Efektivitas, biaya, pengelolaan populasi, serta konsistensi penyerbukan masih perlu diuji dalam skala dan kondisi yang lebih luas.

Langkah JA Hokota menunjukkan bahwa persoalan penyerbukan mulai mendorong pelaku hortikultura mencari teknologi alternatif. Bagi produksi melon dan stroberi yang sangat bergantung pada keberhasilan pembentukan buah, ketersediaan agen penyerbuk menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas.

Jika pengujian berlanjut dengan hasil positif, pemanfaatan lalat bunga berpotensi menjadi salah satu pilihan teknologi penyerbukan bagi pertanian terlindung di Jepang.

Sumber: Hortidaily, dengan rujukan pemberitaan Nihon Nogyo Shimbun, diterbitkan 3 Juni 2026. Informasi mengenai teknologi lalat bunga dan pengembangan produknya berasal dari Polyfly.

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!