Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Perikanan

Jalan Desa Jadi Mesin Ekonomi, 100 UMKM Bergerak di Purwosari Malang

Redaksi Redaksi • 15 Aug 2026 • 13 • 0 • 3 menit
Jalan Desa Jadi Mesin Ekonomi, 100 UMKM Bergerak di Purwosari Malang

MALANG — Jalan desa tidak seharusnya hanya menjadi akses keluar-masuk warga. Jika dikelola dengan kreativitas dan kolaborasi, jalan desa dapat berubah menjadi jalur distribusi ekonomi yang menghubungkan petani, peternak, pelaku UMKM, pedagang, hingga konsumen.

Semangat tersebut dapat menjadi kekuatan baru bagi masyarakat Purwosari, Kabupaten Malang, dengan mendorong tumbuhnya sekitar 100 UMKM bergerak yang memanfaatkan potensi desa.

Konsep ekonomi desa ini tidak berhenti pada produksi. Hasil pertanian dapat diolah menjadi makanan bernilai tambah, hasil peternakan dikembangkan menjadi produk turunan, sementara UMKM mengemas dan memasarkannya melalui pasar lokal maupun digital.

Ketika satu produk dibeli masyarakat, uang tidak langsung keluar dari desa. Perputaran ekonomi dapat kembali kepada petani sebagai pemasok bahan baku, tenaga kerja sebagai pengolah, UMKM sebagai produsen, pedagang sebagai distributor, hingga pelaku jasa lainnya.

Inilah gagasan besar “Jalan Desa Jadi Mesin Ekonomi”.

Seratus UMKM bukan sekadar angka. Jika setiap pelaku usaha mampu membuka peluang kerja, menyerap hasil pertanian lokal, dan menciptakan produk yang memiliki pasar, desa dapat membangun ekosistem ekonomi yang semakin kuat.

Potensi tersebut juga membuka peluang bagi generasi muda desa untuk tidak selalu mencari pekerjaan ke kota. Mereka dapat menjadi pengolah pangan, peternak, petani modern, pengelola wisata edukasi, pemasar digital, hingga kreator konten yang membantu mempromosikan produk desa.

Kuncinya adalah kolaborasi. Pemerintah desa, kelompok tani, peternak, UMKM, pendamping, pemuda, dan masyarakat perlu bergerak dalam satu ekosistem.

Dengan begitu, jalan desa bukan hanya menghubungkan satu dusun dengan dusun lainnya, tetapi juga menghubungkan produksi dengan pasar, kreativitas dengan peluang usaha, serta potensi desa dengan kesejahteraan masyarakat.

Purwosari Malang memiliki peluang untuk menjadikan ekonomi berbasis potensi lokal sebagai kekuatan baru. Dari desa, produk lahir. Dari produk, usaha bergerak. Dari usaha, lapangan kerja tumbuh. Dan dari perputaran ekonomi tersebut, kesejahteraan masyarakat dapat dibangun bersama.

Desa bukan sekadar tempat tinggal. Desa adalah pusat produksi, pusat kreativitas, sekaligus mesin ekonomi masa depan.

Fjr/,,rd/hum 

— Iklan — SELAMAT MAULID NABI MUHAMMAD
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!