Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

ITB dan Banyuwangi Perkuat Kolaborasi Riset, Dorong Inovasi Pertanian hingga Pariwisata

Redaksi Redaksi • 23 Aug 2026 • 36 • 0 • 3 menit
ITB dan Banyuwangi Perkuat Kolaborasi Riset, Dorong Inovasi Pertanian hingga Pariwisata

BANYUWANGI – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperluas kerja sama untuk mengembangkan berbagai potensi daerah melalui riset dan inovasi. Kolaborasi tersebut mencakup sektor pertanian, pariwisata, pendidikan hingga pengabdian kepada masyarakat.

Rencana penguatan kerja sama dibahas dalam pertemuan Dekan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin (SPITM) ITB Prof. Ir. Wahyu Srigutomo bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (22/8/2026).

Prof. Wahyu menyebut Banyuwangi memiliki kekayaan bentang alam dan keragaman budaya yang potensial dikembangkan melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.

Menurutnya, ITB memiliki sumber daya peneliti serta teknologi yang dapat dikolaborasikan dengan potensi lokal Banyuwangi. Bahkan, Banyuwangi dinilai dapat menjadi living laboratory atau laboratorium pembelajaran lapangan bagi mahasiswa dan dosen ITB.

Kerja sama tersebut juga melanjutkan kolaborasi yang telah berjalan, salah satunya dalam pengembangan Geopark Ijen. Ke depan, ruang kolaborasi akan diperluas agar hasil riset tidak hanya menjadi kajian akademik, tetapi dapat memberikan solusi terhadap persoalan dan kebutuhan masyarakat.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan berbasis riset.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan kampus-kampus, termasuk ITB. Banyak potensi yang bisa kita gali dan kembangkan bersama,” kata Ipuk.

Sektor pertanian dan pariwisata menjadi dua bidang yang dinilai memiliki peluang besar. Penguatan kedua sektor tersebut sejalan dengan arah pembangunan Banyuwangi yang mendorong peningkatan produksi pangan, perluasan pasar pertanian dan pariwisata, serta peningkatan nilai ekonomi masyarakat.

Dengan kolaborasi tersebut, Pemkab Banyuwangi berharap riset dan inovasi perguruan tinggi dapat menghasilkan program konkret yang memberi dampak langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.

wg/bi

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!