BANYUWANGI – Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperluas kerja sama untuk mengembangkan berbagai potensi daerah melalui riset dan inovasi. Kolaborasi tersebut mencakup sektor pertanian, pariwisata, pendidikan hingga pengabdian kepada masyarakat.
Rencana penguatan kerja sama dibahas dalam pertemuan Dekan Sekolah Pascasarjana Ilmu dan Teknologi Multidisiplin (SPITM) ITB Prof. Ir. Wahyu Srigutomo bersama Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Sabtu (22/8/2026).
Prof. Wahyu menyebut Banyuwangi memiliki kekayaan bentang alam dan keragaman budaya yang potensial dikembangkan melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
Menurutnya, ITB memiliki sumber daya peneliti serta teknologi yang dapat dikolaborasikan dengan potensi lokal Banyuwangi. Bahkan, Banyuwangi dinilai dapat menjadi living laboratory atau laboratorium pembelajaran lapangan bagi mahasiswa dan dosen ITB.
Kerja sama tersebut juga melanjutkan kolaborasi yang telah berjalan, salah satunya dalam pengembangan Geopark Ijen. Ke depan, ruang kolaborasi akan diperluas agar hasil riset tidak hanya menjadi kajian akademik, tetapi dapat memberikan solusi terhadap persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai perguruan tinggi dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan berbasis riset.
“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan kampus-kampus, termasuk ITB. Banyak potensi yang bisa kita gali dan kembangkan bersama,” kata Ipuk.
Sektor pertanian dan pariwisata menjadi dua bidang yang dinilai memiliki peluang besar. Penguatan kedua sektor tersebut sejalan dengan arah pembangunan Banyuwangi yang mendorong peningkatan produksi pangan, perluasan pasar pertanian dan pariwisata, serta peningkatan nilai ekonomi masyarakat.
Dengan kolaborasi tersebut, Pemkab Banyuwangi berharap riset dan inovasi perguruan tinggi dapat menghasilkan program konkret yang memberi dampak langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!