Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Dari Wringinagung, Produk PT Indofast Agro Nusantara Mulai Dilirik Petani Banyuwangi

Super Admin Super Admin • 10 Aug 2026 • 49 • 0 • 3 menit
Dari Wringinagung, Produk PT Indofast Agro Nusantara Mulai Dilirik Petani Banyuwangi

BANYUWANGI – Penggunaan produk pertanian dari PT Indofast Agro Nusantara terus mendapat perhatian di kalangan petani di Kabupaten Banyuwangi. Salah satu wilayah yang disebut menjadi bagian dari perkembangan penggunaan produk tersebut berada di Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran.

PT Indofast Agro Nusantara sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi pupuk dan nutrisi pertanian. Perusahaan tersebut beralamat di Kecamatan Genteng, Banyuwangi, dan memperkenalkan sejumlah produk untuk mendukung kebutuhan budidaya tanaman.

Di tingkat lapangan, produk-produk Indofast disebut mulai digunakan oleh petani pada berbagai komoditas. Tidak hanya tanaman pangan dan hortikultura, perhatian juga datang dari petani tanaman buah, termasuk petani alpukat.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan petani terhadap produk nutrisi tanaman semakin beragam. Petani tidak hanya mempertimbangkan jenis tanaman, tetapi juga kondisi lahan, fase pertumbuhan, serta kebutuhan nutrisi masing-masing komoditas.

Untuk tanaman alpukat, misalnya, kebutuhan pemeliharaan berbeda dengan tanaman semusim. Karena itu, penggunaan produk pertanian tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tanaman, dosis, serta petunjuk penggunaan agar manfaatnya dapat dievaluasi secara objektif.

PT Indofast Agro Nusantara diketahui memiliki beberapa kategori produk, di antaranya Dogumon, Sullfoxs, WOT, Banon Phospate 66 dan sejumlah produk nutrisi tanaman lainnya.

Perkembangan penggunaan produk tersebut di Banyuwangi menjadi menarik untuk diamati, terutama apabila semakin banyak petani melakukan uji coba dan memberikan kesaksian berdasarkan hasil budidaya mereka sendiri.

Meski demikian, klaim bahwa produk telah digunakan oleh hampir seluruh petani Banyuwangi perlu dibuktikan dengan data yang lebih terukur. Pengalaman masing-masing petani juga dapat berbeda tergantung komoditas, kondisi tanah, pola pemupukan dan faktor budidaya lainnya.

Dari Wringinagung, Kecamatan Gambiran, perkembangan penggunaan produk pertanian ini menjadi salah satu gambaran bagaimana petani Banyuwangi terus mencari alternatif teknologi dan nutrisi tanaman yang dinilai sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Agri Indonesia News akan terus mengikuti perkembangan penggunaan produk pertanian tersebut, termasuk pengalaman petani dari berbagai komoditas di Banyuwangi. (Matroji/red)

Super Admin
Penulis

Super Admin

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!