Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Dari Banyuwangi ke Nganjuk, Pak Viki Akui Dogumon di Lahan Bawang Merah Desa Senja

Redaksi Redaksi • 12 Aug 2026 • 303 • 0 • 3 menit
Dari Banyuwangi ke Nganjuk, Pak Viki Akui Dogumon di Lahan Bawang Merah Desa Senja

NGANJUK, — Penggunaan Dogumon dari PT Indofast Agro Nusantara mendapat perhatian dari petani bawang merah di Desa Senja, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Pak Viki menjadi salah satu petani yang menggunakan produk tersebut dalam budidaya bawang merahnya.

Pengalaman penggunaan Dogumon yang sebelumnya dikenal di kalangan petani Banyuwangi kini mulai berlanjut ke wilayah Nganjuk. Bagi Pak Viki, pengalaman langsung di lahan menjadi bagian penting untuk melihat kesesuaian sarana produksi dengan kondisi tanaman dan pola budidaya yang diterapkan.

Dalam kegiatan tersebut, tim lapangan Indofast, Anam, turut mendampingi proses di lapangan. Pendampingan menjadi bagian dari upaya melihat penggunaan produk secara langsung sekaligus membuka ruang komunikasi antara petani dan tim lapangan.

Pengalaman Petani Menjadi Pertimbangan

Pak Viki menyampaikan pengalamannya menggunakan Dogumon pada tanaman bawang merah. Namun, penilaian terhadap suatu produk pertanian tetap perlu dilakukan berdasarkan pengamatan di lapangan, karena pertumbuhan dan hasil bawang merah dipengaruhi berbagai faktor, seperti varietas, kondisi tanah, pemupukan, pengairan, cuaca, serta teknik budidaya.

Karena itu, pengalaman penggunaan Dogumon di lahan Pak Viki tidak serta-merta menjadi ukuran yang berlaku untuk seluruh petani. Data dan hasil pengamatan dari masing-masing lahan tetap menjadi dasar penting dalam melakukan evaluasi.

Dari Banyuwangi Menuju Nganjuk

Perjalanan pengalaman penggunaan Dogumon dari Banyuwangi menuju Nganjuk menunjukkan adanya pertukaran informasi antarpelaku pertanian. Bagi petani, informasi dari daerah lain dapat menjadi referensi, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi lahan masing-masing.

Di Desa Senja, Kecamatan Gondang, pengalaman Pak Viki menjadi salah satu contoh bagaimana petani mencoba dan mengamati penggunaan sarana produksi secara langsung.

Dari Banyuwangi ke Nganjuk, cerita Dogumon terus bergulir. Namun bagi petani, lahan tetap menjadi tempat pembuktian—karena setiap hasil harus dilihat, diamati, dan dievaluasi secara nyata.

Vk/red

Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!