Banyuwangi _ Budidaya cabai di Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, tengah menjadi perhatian. Sejumlah petani setempat mencoba penggunaan produk pertanian dari PT Indofas Agro Nusantara, salah satunya Dogumon, dalam perawatan tanaman cabai.
Pendampingan di lapangan dilakukan bersama Abah Nuri, yang dikenal sebagai dosen lapangan dalam kegiatan tersebut. Petani diajak melihat langsung perkembangan tanaman sekaligus mengevaluasi pola pemeliharaan yang diterapkan di lahan.
Penggunaan Dogumon menjadi salah satu hal yang menarik perhatian petani. Sejumlah petani mengungkapkan bahwa mereka merasakan manfaat dalam proses perawatan tanaman setelah menggunakan produk tersebut.
Meski demikian, kondisi tanaman cabai tidak hanya ditentukan oleh penggunaan satu produk. Faktor seperti varietas, kesuburan tanah, pemupukan, pengairan, cuaca, serta pengendalian hama dan penyakit tetap menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan budidaya.
Abah Nuri menekankan pentingnya petani memahami kondisi tanaman sebelum mengambil keputusan dalam perawatan.
“Petani harus melihat kondisi tanaman dan lahannya. Jangan hanya terpaku pada produk, tetapi pahami juga kebutuhan tanaman dan teknik budidayanya,” kata Abah Nuri.
Bagi petani Bagorejo, pengalaman menggunakan produk PT Indofas Agro Nusantara menjadi bagian dari proses mencari pola budidaya yang sesuai dengan kondisi lahan mereka.
Perkembangan tanaman cabai di Bagorejo pun terus menjadi perhatian. Jika hasil di lapangan menunjukkan perkembangan yang konsisten, pengalaman para petani tersebut berpotensi menjadi referensi bagi petani cabai lainnya di wilayah Banyuwangi.
m4t/red
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!