Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

Bupati Garut dan Kementan Bahas Penguatan Irigasi dan Lahan Pertanian

Redaksi Redaksi • 21 Aug 2026 • 11 • 0 • 3 menit
Bupati Garut dan Kementan Bahas Penguatan Irigasi dan Lahan Pertanian

GARUT, ( AINEWS )– Pemerintah Kabupaten Garut terus memperkuat sektor pertanian melalui peningkatan infrastruktur irigasi dan perlindungan lahan pangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas petani sekaligus mendukung swasembada pangan di Jawa Barat dan nasional.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin membahas langkah tersebut bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) di Jakarta, Selasa (18/8/2026). Pertemuan berlangsung bersama Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI, dengan agenda membahas penguatan infrastruktur pertanian di Kabupaten Garut.

Selain infrastruktur irigasi, pembahasan juga mencakup penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebagai upaya menjaga keberadaan lahan produktif dan memastikan keberlanjutan produksi pangan daerah.

Abdusy Syakur mengatakan, perbaikan sarana irigasi menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian petani. Menurutnya, ketersediaan air yang tepat waktu akan berpengaruh terhadap produktivitas pertanian.

"Tadi kita berbincang-bincang terkait dengan upaya kita untuk menjamin supaya produktivitas petani Kabupaten Garut tetap terjaga sesuai dengan harapan salah satunya dengan upaya kita untuk memperbaiki sarana irigasi, primer, tersier dan sekunder, yang tadi menjamin ketersediaan air pada waktunya," ujar Bupati Garut.

Menurutnya, penguatan jaringan irigasi di berbagai tingkatan diharapkan dapat membantu petani memperoleh pasokan air sesuai kebutuhan. Dengan demikian, produktivitas lahan pertanian dapat dipertahankan dan potensi produksi pangan Garut terus dikembangkan.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI Dhani Gartina menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Garut dalam memperkuat sektor pertanian.

Dhani menilai dukungan pemerintah pusat dan daerah diperlukan untuk mengoptimalkan potensi pertanian Kabupaten Garut secara berkelanjutan. Sinergi tersebut dinilai penting, tidak hanya dalam pembangunan dan perbaikan infrastruktur pertanian, tetapi juga dalam menjaga keberadaan lahan pangan.

Perlindungan lahan pertanian melalui LP2B serta peningkatan sarana dan jaringan irigasi diharapkan dapat mendorong produksi pangan sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Dhani menegaskan, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah menjadi bagian penting dalam mewujudkan Garut sebagai salah satu daerah yang berkontribusi terhadap ketahanan pangan.

"Sehingga Kabupaten Garut menjadi penyumbang swasembada pangan di Jawa Barat khususnya dan umumnya di Indonesia," pungkas Dhani.

Penguatan irigasi dan perlindungan lahan pertanian tersebut menjadi langkah strategis Kabupaten Garut untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Dengan dukungan kebijakan, infrastruktur, dan sinergi lintas pemerintahan, produktivitas petani diharapkan semakin terjaga dan kontribusi Garut terhadap swasembada pangan semakin kuat.

Br/go/hum

— Iklan — PT INDOFAS AGRO NUSANTARA
Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!