Kamis, 01 Oktober 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

Teknologi

Adriano, Simbol Mahasiswa Pembela Rakyat Miskin, Mentan Amran: Aspirasi Riil untuk Rakyat Alor

Redaksi Redaksi • 11 Aug 2026 • 16 • 0 • 3 menit
Adriano, Simbol Mahasiswa Pembela Rakyat Miskin, Mentan Amran: Aspirasi Riil untuk Rakyat Alor

ALOR, NTT – Perhatian terhadap persoalan kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat kembali mengemuka dalam kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Adriano, mahasiswa yang menyuarakan aspirasi masyarakat miskin dan kelompok rentan di Alor. Kehadiran Adriano menjadi gambaran bahwa persoalan kesejahteraan masyarakat tidak hanya menjadi perhatian pemerintah, tetapi juga mendapat sorotan dari kalangan generasi muda.

Aspirasi yang disampaikan Adriano dinilai mencerminkan kondisi riil yang masih dihadapi sebagian masyarakat Alor. Di tengah berbagai program pembangunan, suara masyarakat lapisan bawah menjadi bagian penting dalam menentukan kebijakan yang tepat sasaran.

Mentan Amran Sulaiman menilai aspirasi dari masyarakat maupun mahasiswa merupakan masukan penting bagi pemerintah. Menurutnya, pemerintah perlu mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat.

“Aspirasi masyarakat adalah sesuatu yang harus kita dengarkan. Kita ingin mengetahui kondisi riil di lapangan dan mencari solusi yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Amran dalam konteks kunjungannya ke Alor.

Kunjungan Mentan ke Alor juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung berbagai potensi pertanian sekaligus persoalan yang dihadapi masyarakat. Sektor pertanian dinilai memiliki peran strategis dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan.

Bagi Adriano, keberpihakan terhadap masyarakat miskin bukan sekadar persoalan menyampaikan kritik, tetapi juga memastikan suara kelompok yang selama ini berada di lapisan bawah mendapatkan ruang dalam proses pembangunan.

Suara mahasiswa seperti Adriano menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak cukup hanya diukur dari angka pertumbuhan maupun keberhasilan program. Dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, terutama mereka yang masih menghadapi keterbatasan ekonomi, menjadi ukuran penting yang perlu diperhatikan.

Pemerintah pun diharapkan dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui program yang terukur dan berkelanjutan. Khususnya di wilayah seperti Alor, penguatan sektor pertanian, akses terhadap sarana produksi, peningkatan produktivitas, serta pembukaan akses pasar menjadi sejumlah aspek yang dinilai penting untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.

Pertemuan dan dialog antara pemerintah dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Sosok Adriano akhirnya bukan sekadar representasi mahasiswa, melainkan simbol keberanian generasi muda untuk menyuarakan kepentingan masyarakat miskin. Sementara bagi pemerintah, aspirasi tersebut menjadi salah satu masukan untuk memastikan pembangunan berjalan lebih inklusif dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

BPP/red

Redaksi
Penulis

Redaksi

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!