Rabu, 30 September 2026
Ikuti Kami
Breaking
Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya Pertanian Regeneratif Jangan Berubah Menjadi Beban Baru bagi Petani Lalanglinggah Didorong Jadi Desa Wisata, Tantangannya Bukan Sekadar Menjual Potensi Ironi Negeri Kelapa: Impor Santan dari Singapura Tembus 27 Ribu Ton, Ada yang Salah dengan Hilirisasi? Survei MBG Terbelah: Publik Bukan Menolak Program, tetapi Menuntut Perbaikan Studi Tiru ke P4S Asri Farm, Petani Pronojiwo Bidik Pengembangan P4S di Wilayahnya

Agri Indonesia News

AGRI NEWS

5 Tips Bertani di Rumah untuk Pemula, Mudah Dipraktikkan dan Hasilnya Memuaskan

Redaksi AGRI Redaksi AGRI • 31 Jul 2026 • 35 • 0 • 3 menit
5 Tips Bertani di Rumah untuk Pemula, Mudah Dipraktikkan dan Hasilnya Memuaskan
AGRI – Bertani di rumah kini semakin diminati masyarakat. Selain menjadi hobi yang menyenangkan, kegiatan ini juga dapat membantu menyediakan sayuran segar untuk kebutuhan sehari-hari sekaligus mempercantik lingkungan rumah. Bagi pemula, bertani di rumah tidak harus dimulai dengan lahan yang luas. Dengan memanfaatkan pekarangan, teras, balkon, atau bahkan pot dan polybag, siapa saja dapat mulai menanam berbagai jenis tanaman. Berikut lima tips bertani di rumah yang bisa Anda terapkan. 1. Pilih Tanaman yang Mudah Dibudidayakan Sebagai langkah awal, pilih tanaman yang perawatannya sederhana dan memiliki masa panen relatif singkat. Beberapa pilihan yang cocok untuk pemula antara lain kangkung, bayam, sawi, selada, cabai, tomat, dan daun bawang. 2. Gunakan Wadah Tanam yang Sesuai Jika tidak memiliki lahan yang luas, manfaatkan pot, polybag, atau wadah bekas yang masih layak digunakan. Pastikan wadah memiliki lubang drainase agar air tidak menggenang dan akar tanaman tetap sehat. 3. Siapkan Media Tanam yang Subur Media tanam yang baik menjadi kunci keberhasilan budidaya. Campuran tanah, kompos atau pupuk kandang matang, serta sekam bakar dapat menjadi pilihan untuk menciptakan media tanam yang gembur, kaya unsur hara, dan mampu menyimpan kelembapan. 4. Perhatikan Penyiraman dan Cahaya Matahari Sebagian besar tanaman membutuhkan sinar matahari sekitar 4–6 jam setiap hari. Selain itu, lakukan penyiraman secara rutin sesuai kebutuhan tanaman. Hindari penyiraman berlebihan karena dapat menyebabkan akar membusuk. 5. Lakukan Perawatan Secara Rutin Periksa kondisi tanaman secara berkala, bersihkan gulma yang tumbuh di sekitar media tanam, serta segera kendalikan hama dan penyakit apabila mulai terlihat gejalanya. Pemberian pupuk organik secara berkala juga dapat membantu menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal. Bertani di Rumah Memberikan Banyak Manfaat Selain menghasilkan bahan pangan yang lebih segar, bertani di rumah juga dapat menjadi aktivitas yang menenangkan, mengurangi pengeluaran rumah tangga, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan asri. Dengan memulai dari skala kecil dan melakukan perawatan secara konsisten, siapa pun dapat menikmati hasil panen sendiri di rumah. Bertani tidak selalu membutuhkan lahan luas, yang terpenting adalah kemauan untuk belajar dan merawat tanaman dengan baik.
Redaksi AGRI
Penulis

Redaksi AGRI

Jurnalis senior AGRI INDONESIA NEWS yang fokus meliput kebijakan pertanian dan ketahanan pangan nasional selama lebih dari 8 tahun.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!